Misteri Negeri Khayangan

Sekelebat cahaya bersinar terang cepat, lalu memudar. Di balik cahaya seorang figur pria terlihat. Ia lalu mengamati sekitar dengan waspada. Si pria lalu berjalan mengendap di permukaan sebuah bukit hijau.

Si pria telah tiba di negeri khayangan. Batu ajaib yang ia temukan di gua berhasil membawanya ke negeri impian ini. Seperti dugaannya, langit negeri ini cerah berwarna biru, dengan rumput hijau luas terbentang. Pepohonan rindang terlihat banyak bertumbuhan di sekitar bukit. Negeri surga bagi para penghuninya. Si pria memandang ke kaki bukit dan melihat telaga warna yang dicarinya.

Si pria mengencangkan tali yang mengikat sandalnya. Ia pun segera berlari menuruni bukit. Tak lama ia pun sampai di tepian telaga yang terlihat sangat bening ini. Ia menatap air telaga. Bayangan tubuh si pria tercermin sempurna saat ia melihat permukaan airnya. Telaga ini sungguh ajaib. Setiap detiknya berubah nuansa warnanya, terkadang biru sebiru langit, terkadang berubah menjadi hijau sehijau rumput di sekitarnya.

Si pria mengagumi telaga ini. Ia akan sangat menyayangkan tindakan yang akan ia lakukan, namun ini harus ia laksanakan agar tujuan hidupnya terlaksana. Si pria mengeluarkan kembali batu ajaib yang ia telah simpan sebelumnya di balik kantung celananya. Ia mengelus-elus batu itu, memejamkan mata, dan mengucapkan mantra.

Si pria lalu menyelupkan batu ke dalam telaga indah ini. Air telaga sedikit demi sedikit terlihat menyurut. Seakan batu ajaib yang ia pegang menyerap semua air. Si pria terus mencelupkan baru hingga air telaga terkuras. Ia berdecak kagum melihat kekuasaan batu yang dipegangnya. Kini yang tersisa hanyalah sebidang luas tanah kering. Ikan-ikan dan makhluk air terlihat menggelepar-gelepar menunggu ajal. Si pria berhasil mengeringkan telaga, dan tak menyisakan setetes air pun.

Tiba-tiba di kejauhan terdengar beberapa suara perempuan mendekat. Si pria berpikir, hmm mereka datang tepat pada waktunya. Para putri khayangan ini pasti akan terkejut saat menemukan tempat pemandiannya telah kering kerontang. Ia pun mengangkat batu ajaib tersebut, kembali mengelus-elusnya sambil mengucapkan mantra. Sinar terang kembali berkelebat cepat membawa si pria meninggalkan negeri khayangan.

Si pria pun mendapatkan dirinya kembali di tanah bumi. Ia berada persis di tepi sungai pemandian yang tak kalah indahnya dengan yang baru saja ia lihat di khayangan. Si pria mencari posisi yang tepat untuk bersembunyi. Pohon tinggi dengan batang lebar merupakan tempat yang tepat untuk menghalangi badannya dari pandangan arah sungai.

Si pria tersenyum. Ia bergumam dalam hati, para putri khayangan pasti akan memilih sungai indah miliknya untuk mandi, setelah mereka kini tak bisa lagi memakai telaga warna. Saat mereka nanti sampai ke bumi, si pria akan mencuri salah satu selendang penutupnya, supaya tak bisa kembali lagi ke khayangan.

Bukan Ki Jaka Tarub namanya, kalau ia tak punya ide brilian untuk mendapatkan pasangan abadi.

Tags: , ,

Sunday, January 23rd, 2011 Surreal

Leave a Reply

CommentLuv badge

Seluruh konten dalam blog ini, kecuali memang disebutkan, adalah sepenuhnya hak cipta Media Ide. Setiap komentar, trackback, pingback, dari setiap artikel dalam blog ini, adalah sepenuhnya milik penulisnya masing-masing, dan Media Ide tidak bertanggung jawab terhadap materi/konten yang mereka tulis. Setiap materi dalam blog ini tidak boleh Anda kutip dalam bentuk media apapun.